Adipati Warga Utama I

Ekonomi, Sosial dan Budaya

Raden Bagus Suwarga, merupakan anak pertama Adipati Wirasaba kelima, yaitu Raden Joko Tambangan atau Sura Utama,  yang bergelar Adipati Wira Utama V dan menggantikan ayahnya sebagai Adipati Wirasaba dengan gelar Adipati Warga Utama I. Raden Bagus Suwarga merupakan anak hasil hubungan Adipati Wira Utama V dengan Dewi Lunge, putri dari Banyak Geleng atau Pangeran Senopati Mangkubumi II dari Pasir Batang. Selama menjalin hubungan dengan Dewi Lunge itu, Adipati Wira Utama V memiliki anak yaitu Raden Bagus Suwarga (Adipati Warga Utama I), Raden Joko Gumingsir dan Raden Toya Reka (Demang Toyareka).

Adipati Wira Utama V menjadi menjadi Adipati Wirasaba menggantikan ayahnya yaitu Adipati Wira Utama IV yang memiliki nama Raden Surawinata/Surawin. Sedangkan Raden Surawin atau Surawinata menggantikan kedudukan ayahnya Raden Adipati Urang yang bergelar Adipati Wira Utama III. Semenjak Wirasaba di pimpin Adipati Wira Utama III sampai Adipati Wira Utama V, Wirasaba menjadi kadipaten dibawah kekuasaan Kesultanan Demak yang didirkan oleh Raden Fatah dan berkuasa  dari tahun 1478 – 1568 M.

Seperti diketahui  bahwa Kesultanan Demak sebelum menjadi kerajaan adalah kadipaten di bawah Kerajaan Majapahit dan menjadi pelopor penyebaran agama islam di Pulau Jawa dengan tokoh yang terkenal yaitu Wali Songo. Sebelum  menjadi kadipaten dibawah kekuasaan Kesultanan Demak, Wirasaba menjadi bagian dari kekuasaan Kerajaan Majapahit dengan rajanya Brawijaya IV, ketika  Wirasaba dipimpin Adipati Wira Utama I yang memiliki nama asli Raden Paguwan / Adipati Wirahudaya dan Adipati Wira Utama II yang memiliki nama asli Raden Katuhu.

Raden Katuhu adalah  anak angkat Raden Paguwan atau Adipati Wirahudaya (Adipati Wira Utama I). Raden Katuhu merupakan putra dari Raden Baribin dengan Dyah Ayu Ratu Pamekas. Raden Baribin adalah putra dari Barwajiaya IV (Singhawikramawardhana) dan Saudara lain ibu dengan Pangeran Kerta Bumi (Brawijaya V). Sedangkan Dyah Ratu Pamekas merupakan putri dari penguasa Sunda – Galuh yaitu Prabu Niskala Wastu Kancana yang berkuasa tahun 1371 – 1475 dari ibu Dewi Subanglarang. Dyah Ratu Pamekas juga merupakan saudara tiri dari Banyak Catra (Kamandaka) yang melarikan diri ke Pasir Luhur. Raden Katuhu menggantikan ayah angkatnya Adipati Wirahudaya (Wira Utama I) menjadi adipati Wirasaba dengan gelar Adipati Wira Utama II.

Seiring dengan runtuhnya Kesultanan Demak akibat perebutan kekuasaan, Kesultanan Demak dipindah ke Pajang (Solo) oleh Sultan Adiwijaya dan menjadi Kesultanan Pajang yang berkuasa tahun 1568 –  1586. Pada saat Kadipaten Wirasaba menjadi daerah kekuasaan Kesultanan Pajang inilah, Kadipaten Wirasaba dipimpin oleh Adipati Warga Utama I.

Adipati Warga Utama I atau Raden Bagus Suwarga memiliki 4 anak yaitu : Rara Kartimah (menjadi istri Raden Joko Kaiman/Bupati Banyumas pertama), Ngabehi Warga Wijaya, Ngabehi Wira Kusuma dan R. Rara Sukartiyah.

Adipati Warga Utama I meninggal dibunuh akibat fitnah dari Ki Toya Reka dan jenasahnya dimakamkan di Pekiringan, Desa Klampok, Kecamatan Purwareja Klampok.  @z

Priyadi, S. 1990 Tinjauan Awal tentang Serat Babad Banyumas, makalah disampaikan pada Seminar Sejarah Nasional V Semarang

Priyadi, S. 1998 Makalah Simposiom ilmu-ilmu Humaniora IV dalam rangka purna bakti Prof. DR Umar Khayam dan Prof DR Joko Soekiman, Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pertanyaan Keamanan